Status Gunung Agung Bali Terkini, Semakin Menghawatirkan

perkembangan-status-gunung-agung-bali-terkiniStatus Gunung Agung Bali Terkini – Gunung agung yang terletak di Karangasem Bali, mengalami peningkatan status dari waspada menjadi awas hanya dalam waktu satu minggu. Situasi peningkatan status ini sempat membuat masyarakat di sekitar Gunung Agung menjadi panik, karena gunung ini pada tahun 1963 pernah meletus dan melenyapkan beberapa desa di sekitarnya.

Sejak Seminggu terakhir aktivitas Gunung Agung terus mengalami peningkatan status dari normal menjadi waspada pada dimulai sejak tanggal 14 September 2017. Berikut ini history aktifitas gunung agung selama seminggu terakhir:

  1. Status : WASPADA, ditetapkan pada tanggal, 14 September 2017. Larangan Aktivitas radius sekitar 3km dari kawah
  2. Status : SIAGA, ditetapkan pada tanggal, 18 September 2017. Larangan aktivitas radius meningkat hingga 6km dari kawah
  3. Status ; AWAS, ditetapkan pada tanggal, 22 Sptember 2017. Larangan aktivitas pada radius 9km dari kawah

Peningkatan status Gunung agung ini membuat masyarakat 3 desa di sekitarnya resah dan berbondong – bondong mencari tempat yang lebih aman. Kepanikan warga juga terjadi di jalur penghubung Besakih – Karangasem menuju Klungkung, jalur dipenuhi oleh kendaraan milik warga yang hendak mengungsi setelah mengetahui status Gunung Agung yang telah mencapai ambang kritis. Selain warga asli, banyak wisatawan asing yang turut dalam proses dievakuasi.

DIbagian tubuh Gunung Agung terdapat Pura Besakih, yang biasa menjadi tujuan wisatawan untuk menikmati panorama keindahan alam Gunung Agung dan juga pura. Saat ini tempat ini telah ditinggalkan oleh wisatawan dan pemilik toko yang biasa berjualan di tempat wisata tersebut. Menurut salah satu pemilik toko yang ada dilokasi tersebut, gempa yang terjadi sudah sangat besar terasa.

Kepala pusat informasi dan humas BNPB menyatakan, jika terjadi letusan dan potensi bahayanya diperkirakan berada di area tubuh Gunung Agung yang berada di lereng utara, tenggara dan selatan gunung agung. Skenario terburuk dalam penanganan pun telah dirancang untuk menghindari jatuhnya korban.

Karena menurut catatan BMKG, Gunung Agung pernah meletus pada 12 Maret 1963 dan saat itu erupsi mencapai 10 km diatas puncak Gunung Agung dan menghancurkan beberapa desa disekitarnya.

 

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *